Kejenuhan jiwa'

Diposting oleh Rival Gdua pada 13:28, 14-Jun-14

Apa yang kupikirkan, adalah apa yang terasa. Apa yang kulakukan adalah apa yang kuinginkan. Tapi seberapa jauh aku memikirkan dan menginginkan. Aku tak pernah tahu. Aku tak mengenal lagi siapa aku. Seakan hidup dalam tubuh yang tak kukenali wujudnya sendiri. Aku marah, aku kecewa, tapi pada apa dan pada siapa aku tak tahu. Apakah marah yang marah atau marah yang resah ? Kupupuk benci kutanam gelisah. Kusuburkan semua dendam dan benci. Kebencian yang tulus, kemarahan yang terabaikan. Kecewa pada apa ? Marah pada apa ? Marah pada marah yang tak terjemahkan. Hatiku sepi, jiwaku beku. Apa marah cairkan resah atau marah gumpalkan dendam ? Caci diri sendiri lalu mengasihani. Murka pada kemunafikan yang dijalani. Dosa yang dinikmati. Dosa yang dihormati. Dimana arah ? Dimana peta ? Penyangkalan buahkan bimbang. Pembenaran hanya sekedar dusta murahan. Ucap kata tak lagi bermakna, hanya siulan hati yang ragu, hanya jawaban yang beranak tanya. Tanya yang patah, tanya yang asal keluar. Menanyakan apa yang sudah terjawab. Mempertanyakan jawaban. Tanya tak membutuhkan jawaban. Tanya hanya mengharapkan keajaiban. Tanya adalah ilusi. Tanya adalah kesia-siaan. Tanya adalah hati yang pasrah bercampur putus asa. Pada siapa harus mengadu. Pada siapa harus bertanya. Sementara jawab hanya terjawab oleh terka. Kenyataan yang dipertanyakan. Kenyataan yang tak bisa diterima. Kenapa harus nyata bila ada hal lain yang mungkin. Kenapa harus benar bila ada yang tak perlu pembenaran. Lurus atau melenceng, apa hanya perkara dapat atau kehilangan. Berapa waktu harus ditempuh ? Berapa tanya harus terjawab, berapa siksa harus didera. Darah dibayar darah, luka dibayar nestapa. Apakah semua cuma tentang balas dendam ? Apakah semua cuma tentang timbal-balik ? Lalu mengapa tercipta kata adil, keadilan, mengadili atau diadili ? Dimana kebebasan jika belenggu ditawarkan ? Dimana kebebasan jika balasan diancamkan ? Dimana kebebasan jika tak pernah ada kebebasan. Dimana ?

Perlahan kulangkahkan semua harap, dan semua yang belum terungkap. Disekitarku tawa saling memaki, senyum hampa penuhi udara, atmosfir yang pekat, penuh dengan bau busuk yang khas. Busuknya luka, busuknya kebohongan, busuknya harapan yang digerogoti oleh belatung-belatung berwarna putih kekuningan, yang dengan rakus melahap sisa-sisa harapan rombeng yang penuh tambalan disana-sini. Tidak ada lagi pekik kemenangan. Tidak ada lagi air mata yang mengalir seiring dengan rasa sakit yang tak terperi. Hanya kebisuan. Pasrah dari segala pasrah manusia. Diam yang diam. Harapan yang tanpa harap. Sesekali terdengar isakan perlahan. Tapi tidak ada air mata. Yang ada adalah cairan hitam busuk yang mengalir disela mata. Deras turun membasahi pipi, hidung, lalu bertemu dengan mulut yang sama busuknya. Tubuh-tubuh telanjang. Daging-daging yang lapar. Jiwa-jiwa yang rapuh. Langkahpun kini kian tak berarah. Antara maju, mundur atau diam statis. Seperti jalan ditempat tapi tak bergerak. Perintah otak yang cacat saat diterjemahkan oleh sensor motorik. Informasi cacat itu mengendap di Amigdala. Sang sumber segala takut. Segala siksa.

Aku hanya ingin rebah sejenak. Lalu rebahlah. Diatas rumput kering. Kucari tempat yang bebas dari tahi, dari lalat, atau benda-benda yang mengingatkanku pada bau keringatnya. Awan mendung lindungi dari matahari. Sisa cahayanya yang menembus awan hanya mampu menuduh lemah. Kuberanikan diri menatap tegak keatas. Takut yang nyata merayap. Langit biru seperti samudera maha luas. Siap menenggelamkan siapa saja yang tak punya pegangan. Tak ada pelampung penyelamat. Nafasku terasa sesak dan nyeri. Tubuhku menggigil, lagi-lagi karena takut yang janggal. Hanya beberapa menit kusanggup menantang langit. Aku terisak. Merasa kecil dan kalah. Kecewa pada kelemahan mata. Mata yang selalu mencari, mata yang selalu mengimpi. Mata-mata yang haus warna, yang mulai bosan dan usang dengan segala yang hitam-putih. Putih bukanlah lambang kesucian, putih hanyalah kalah dan tanpa sikap, munafik. Lihatlah hitam. Kepekatannya begitu nyata. Menghisap semua cahaya kearahnya. Hitam bukan kelembutan yang lemah. Berilah setetes warna putih maka kan tertelan musnah. Atau banjiri dengan luapan putih, takkan hilang hitam, putih akan keruh, abu-abu dengan nuansa hitam yang tak pernah lenyap. Hitam adalah keabadian. Hitam adalah selimut. Hitam tak kenal basa-basi. Hitam adalah berani jujur meski dicap terkutuk.

Aku kembali melangkah, kepalaku pusing, nafasku sesak, ribuan pertanyaan melawan sejuta kenyataan. Aku harus tetap melangkah, karena mungkin dalam hidup, manusia harus tetap melangkah, entah itu bertujuan atau tanpa arah, tetap melangkah, meski buta dan tanpa peta. Mungkin kelak kita berhenti sesaat, sekedar untuk kumpulkan semua kekuatan dan keyakinan, untuk selanjutnya kembali melangkah, entah langkah yang tegak, atau langkah tertatih, meski harus ngesot sekalipun. Hingga saatnya kita nanti berhenti karena kematian menghampiri. Ada juga orang-orang yang mendahului kematian, orang-orang yang bertumpu pada kecewa dan putus-asa, mereka berhenti melangkah, mulutnya memaki keras pada langit hingga suaranya parau, lalu mereka menangis, bertanya-tanya pada kenyataan yang tak berpihak. Mengutuk mimpinya yang tak kunjung nyata. Mengutuk roda-roda nasib yang tersendat tak bergeming, menghimpitnya dibawah duka nestapa. Tatapan matanya kosong, seperti mengimpi tentang kematian yang enggan menghampiri. Doa mereka sama, doa-doa kosong.. Menantang Izrail tuk mencabut nafas terakhir, tapi saat nafas terakhir sudah ditenggorokan, beberapa dari mereka diserang ketakutan yang sangat hebat, jiwa mereka bergetar gentar. Kematian bagi jiwa-jiwa seperti mereka tak mendatangkan damai. Kematian mereka tanpa keyakinan, mati dalam keadaan bosan. Sesal menambahkan luka-luka yang dalam, bahkan saat hidup itu sendiri telah pergi. Dan tak ada jalan untuk kembali.

Aku tersentak dari pikiran tentang kematian. Seperti tertampar oleh kenyataan bahwa aku mungkin bagian dari orang-orang yang akan mati bosan. Aku bergidik. Matahari kini tepat diatas kepala. Cahayanya membakar kulitku yang tak terlindungi. Aku tak menantang matahari, aku hanya mencari Tuhan. Aku ingin mengadu, aku ingin bertanya. Seperti Musa di gunung Sinai, yang gemetar karena tak mampu berhadapan dengan keberadaan-Nya. Apakah jiwa yang resah adalah domba-dombaNya yang sesat, atau jiwa-jiwa yang resah adalah jiwa-jiwa pemimpi, yang diberkati untuk mencium nafas surgawi lalu jatuh dalam kerinduan yang dalam.

11 Tahun,,,

Diposting oleh Rival Gdua pada 01:20, 05-Des-13

11 tahun… Itu bukanlah waktu yg singkat untuk aku mengumpulkan puing- puing reruntuhan hati ini, Sebab berapa banyak luka yg tergores dalam jiwa ini, Jiwa yg berusaha bertahan dalam rasa sakit, Dan jiwa yg terpaksa mengasingkan diri dalam ruang sunyi kehampaan, 11 tahun… Bukanlah aku mengungkit cerita lama, Bukan juga keluh kesah atas sebuah penyesalan, atau meluahkan ratapan benci yg pernah aku alami, 11 tahun… Aku hanya ingin mengingatkan Agar setelah... [Baca selengkapnya]

"Akulah manusia itu"

Diposting oleh Rival Gdua pada 01:14, 05-Des-13

"Akulah manusia itu,
Yg terkurung dalam terali kesunyian,
Kau mengikatku dalam ketidak adilan,
kau memenjarakan aku karna ingin menyembunyikan kebenaran,
Akulah manusia itu,,
Yg akan selalu berteriak bahwa kaulah pecundang keadilan,
Mengejar ambisi untuk mencapai sebuah posisi,
dimana kau akan merasa selalu di hargai oleh org-org yg tak bernaluri,
Tapi ketahuilah...
Akulah manusia itu,
Yg akan selalu menjadi mimpi-mimpi buruk dalam kehidupanmu,,,

PANCASILA

Diposting oleh Rival Gdua pada 19:14, 23-Nov-13

KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA. Keadilan yang masih semu yang dirasakan di Negara kita, sama semunya seperti dasar pancasila Indonesia ini. Indonesia adalah Negara Hukum yang berdasarkan Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, itulah cita- cita dasar para founding father bangsa ini. Negara yang tatanan masyarakatnya sadar hukum, menjadikan hukum sebagai panglima yang mampu menjamah seluruh rakyat Indonesia tanpa... [Baca selengkapnya]

renungan sunyi

Diposting oleh Rival Gdua pada 01:52, 16-Nov-13

Mengembara di belantara maya, kutemukan ribuan perindu tuhan, kutemukan pengusir tuhan. Merindu tuhan sembari mengagungkan namaNYA dan meyakini janji-janji suciNYA. Mengusir tuhan seraya mencemooh ketidaknampakan zatNYA dan melaknat utusan- utusanNYA di muka bumi. Sebagai muslim garis suni, aku kagum. Kagum kepada siapapun perindu tuhan yang mengagungkanNYA tanpa disertai kalkulasi surga-neraka sebagai motif beragama. Jiwa mereka telah melebur dalam samudra keagungan,... [Baca selengkapnya]

"masa lalu''

Diposting oleh Rival Gdua pada 14:18, 10-Nov-13

ah... Kenapa malam ini semua masa lalu itu terasa dekat pada diriku, Padahal sudah bertahun aku mencoba mengubur semuanya, Malam ini... Semua seakan kembali ada pada diriku, Membuatku tersudut dalam sebuah penyesalan, dalam sebuah kesalahan,yg mana ia membuat aku harus mengusung kerinduan yg tdk dapat aku curahkan, Ah... Rasanya ingin aku teriak sekeras mungkin, Tapi itu adalah ide gila jika harus ku lakukan, Entahlah... Sebenarnya pengasingan... [Baca selengkapnya]

"korban masa depan,,

Diposting oleh Rival Gdua pada 07:20, 06-Nov-13

''Aku Berdiri di puncak kebimbangan,dan menatap gamang ke arah depan... , Begitu banyak isyarat hidup yg tergambar jelas..., dilangit, di balik pepohonan, dan di dalamnya lautan... , Sayang....., Waktu itu aku masih terlalu muda utk mengartikannya,, Ah...Bimbang, gelisah selalu menghantui krn mengetahui kenyataan yg sebenarnya,, Sesungguhnya aku tau mana yg harus aku pilih,, tapi aku meninggalkannya hingga jauh dan tak terlihat lagi, , aku pergi bukan karna tak... [Baca selengkapnya]

Selamat pagi dunia

Diposting oleh Rival Gdua pada 00:53, 06-Nov-13

Jangan hanya menghindari yang tidak mungkin. Dengan mencoba sesuatu yang tidak mungkin, anda akan bisa mencapai yang terbaik dari yang mungkin anda capai. Selamat pagi dunia.. Semoga di pagi yang cerah ini memberikan harapan yang cerah pula...

Sayang

Diposting oleh Rival Gdua pada 14:46, 05-Nov-13

ThumbnailSayang... Aku mencintaimu melebihi rasa cintaku kepada diriku sendiri, aku menyayangimu dan rasa sayang itu tertanam dalam jiwaku yg bersemayam di raga ini, sayang... Aku tak ingin membuatmu ragu akan kasih ini, dan tak akan membuatmu bimbang akan sebuah kesetiaan yg terikat pada janji pernikahan yg kita ikrar kan, percayalah... Sedikit pun tak pernah terlintas niat dihati utk melukaimu, dan tak secuil pun rasa utk membuatmu merasa kecewa, 'Aku... [Baca selengkapnya]

Pelajaran untuk mengarungi kehidupan,

Diposting oleh Rival Gdua pada 13:34, 05-Nov-13

ThumbnailAda kisah mengenai pelaut tua dan seorang professor. Ini terjadi di zaman ketika orang orang masih bepergian dari satu Negara ke Negara lain menggunakan kapal laut, sebelum era penerbangan murah seperti zaman sekarang. Profesor ini hendak pergi dari Sidney ke San fransisco utk memberikan kuliah tamu. Pada malam pertama di atas kapal, usai bertolak dari Sydney, Profesor barusan mendapat makan... [Baca selengkapnya]

Motivasi kehidupan

Diposting oleh Rival Gdua pada 15:29, 04-Nov-13

➔ Kadang masalah adalah sahabat terbaikmu, Mereka buatmu jadi lebih kuat,dan buatmu menempatkan Tuhan di sisimu yang paling dekat. ➔ Jangan yakinkan diri bahwa dia menyukaimu,hanya karena dia bersikap manis padamu. Kadang kamu hanya sebuah pilihan ketika dia bosan. ➔ Jangan pernah meremehkan diri sendiri.Jika kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yang salah,dan teruslah melangkah. ➔ Jangan membenci mereka yang mengatakan hal buruk tuk menjatuhkanmu, karena... [Baca selengkapnya]

Istriku bersama putraku si kembar Givhael & Givhary

Diposting oleh Rival Gdua pada 06:52, 03-Nov-13

mama-si-kembar.jpg

Rahasia Telapak tanganmu

Diposting oleh Rival Gdua pada 06:44, 03-Nov-13

Lihatlah Telapak tanganmu, Ada beberapa garis utama yang menentukan nasib: Ada garis kehidupan,Ada garis rezeki Ada pula garis jodoh, Sekarang, genggamlah tanganmu... Di mana semua garis tadi..?? Semua garis tadi ada di dalam genggamanmu. Apa artinya..?? Apapun takdir dan keadaanmu kelak, semua itu ada dalam genggamanmu sendiri, itulah rahasia sukses. Berjuang dan berusaha dengan keras untuk menentukan nasib sendiri. Sekarang... [Baca selengkapnya]

Titip sayangku untukmu

Diposting oleh Rival Gdua pada 06:36, 03-Nov-13

Titip Sayang Di Hatimu... Dikala kerinduan ini memuncak tanpa tujuan... Disaat kebencian mulai mengintip di balik angan.. Disaat Cinta ini mulai berguguran dari ujung yang paling indah menujumu.. Titip sayang di hatimu.. Sekiranya engkau mau menjaganya.. Sekiranya engkau mau meminjamkannya.. Sekiranya tak kau bohongi aku dalam dusta.. Titip sayang di hatimu.. Andai tak ada kesalahan yang terucap.. Dusta itu mudah..... [Baca selengkapnya]

"Kehidupan,,

Diposting oleh Rival Gdua pada 05:52, 07-Agu-13

ThumbnailAku mencintai kehidupan ini, Bukan karna sebuah kemewahan, Bukan pula jabatan atau harta yg berkelimpahan, Aku mencintai kehidupan ini, Hanya karna sebuah kebahagiaan, Meski dalam kemiskinan Namun dapat selalu mengucapkan rasa syukur Atas karunia tuhan yg kudapatkan, Tak ada kemewahan yg dapat mengukur kebahagiaanku, Dan tdk juga harta yg akan dapat menyaingi indahnya kehidupanku, Terimakasih Tuhan, Karna kemurahanmu aku dapat... [Baca selengkapnya]

Aku dan Sesalku,

Diposting oleh Rival Gdua pada 17:21, 06-Agu-13

Aku... Inilah diriku... berjalan dalam kesendirian, dan tak akan berhenti walaupun peluhku mengucur, sebagai tanda keletihan, Lihatlah... aku akan terus melangkah, meski langkah ini, terkadang tersandung kerikil-kerikil jalan yg aku lalui, Taukah engkau... Kenapa aku memilih kehidupan seperti ini, mengasingkan diri di antara sunyi, dan memilih pergi dari segala apa yg pernah aku miliki, dan taukah engkau... kenapa aku harus... [Baca selengkapnya]

"Kau dan Aku"

Diposting oleh Rival Gdua pada 18:28, 28-Jul-13

ThumbnailKau dengan ku adalah cerita cinta seribu malam yang kandas dengan sendirinya, dengan seribu kisah tawa yang tak lagi mampu ku eja, karna kini... jadi masalalu aku dengan mu 'bila ada rasa yang belum terselesaikan biarkan saja ia berlalu pergi, bersama kisah cinta yang telah berakhir dipenghujung mimpi, karna waktu begitu angkuh, tak mampu ku taklukan dan tak mungkin aku... [Baca selengkapnya]

"Saat Akhir"

Diposting oleh Rival Gdua pada 17:55, 28-Jul-13

Thumbnailketika aku kalah dalam perperangan, "kemanakah aku harus berlari, Ketika aku di hantui oleh ketakutan, "kemanakah aku harus bersembunyi, Dan ketika kematian kian mendekatiku, "maka kemanakah jiwa ini harus ku lepaskan, Sesungguhnya... Bukan perperangan lah yg membuatku harus berlari, 'dan bukan juga rasa takut yg membuatku harus bersembunyi, "bahkan bukan juga kematian yg membuat aku meragukan jiwa ini, - tapi pertanggung jawaban seorang hambalah yg membuatku seperti ini, Sebab dalam setiap akhir, Pertanggung jawaban lah yg... [Baca selengkapnya]